(Puisi Cinta) Kesempurnaanmu


Kau begitu sempurna di mataku
hatiku mulai tenang bila kau ada di sampingku
hatiku mulai rapuh bila kau tak ada di sampingku
apa yang harus aku lakukan tanpa dirimu

    Canda dan tawa mu begitu terngiang dalam lubuk hatiku
    teringat saat-saat kau ada di samping ku
    kau menemani ku dengan penuh ke hangatan
    menghilang rasa sedih dan sepi yang kurasakan

Menghilangkan kegelisahann yang selalu menyelimuti hatiku
tapi kini kau telah pergi,entah apa yang bisa aku lakukan tanpamu
kau begitu indah,dan mungkin akan tetap indah selamanya.
aku akan setia menunggu mu di sini

    Hingga waktu yang akan mempertemuankan aku dan kamu
    aku berdoa tak hentinya ku curah kan untukmu
    agar kau bahagia di surga.....
    walaupun air mata tak terhentikan ku teteskan untukmu

Tapi ku yakin air mata ini air mata ketegaran
jangan pergi kekasih ku teriakan yang begitu hebat dalam hatiku.
meski kau tak ada tapi kenangan mu akan tetap ada
di lubuk hatiku selamanya

Penulis: Andika Saputra

Tips Agar Tidak Jomblo Terus


Ada bermacam cara untuk mendapatkan kekasih pujaan hati. Bagaimana? Seorang ahli percintaan bernama Marina Sbrochi menyarankan, sebaiknya jangan mencari status, tapi temukan cinta Anda. Penulis 'Stop Looking for a Husband' itu juga memberikan tips sukses bagi para wanita single agar mendapatkan cinta sejati mereka. Berikut tips suapaya kalian tidak jomblo terus.

1. Lakukan Berbagai Kegiatan 
Pergi keluar rumah sendiri atau bersama teman bisa membantu Anda bertemu dengan orang yang tepat. Lakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan, seperti menonton konser, mencoba resto baru, serta mengikuti kursus.

"Pergi dan bersenang-senanglah. Buat pertemanan baru di mana Anda berada. Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi," saran Sbrochi, dilansir dari She Knows.

2. Ubah Pola Pikir
Setiap wanita memiliki kriteria masing-masing saat melihat seorang pria. Bila pandangan tersebut belum berhasil coba ubah pola pikir Anda. Misalnya, Anda ingin pria yang bekerja di perusahaan besar, tampan, dan mempunyai gelar sarjana tinggi. Coba jangan terpaku dengan kriteria itu.

"Terbuka pada orang lain dan Anda akan menemukan sesuatu yang berbeda. Mudahnya memilih pasangan membuat Anda menemukan sesuatu yang sebelumnya mungkin diabaikan," ujarnya kemudian.

3. Tidak Perlu Terburu-buru
Tidak perlu terburu-buru menjalin hubungan dengan seseorang. Hanya karena sudah menjomblo selama satu tahun tidak berarti Anda harus cepat memutuskan untuk berkomitmen. Kenali pria pilihan Anda lebih dalam. Ingat, keputusan yang dibuat dengan tergesa-gesa bisa berujung penyesalan.

4. Berteman dengan Banyak Pria/wanita
Banyak bergaul dengan teman-teman pria/wanita. Jalin komunikasi yang akrab dengan mereka. Anda tidak perlu malu atau segan meminta mereka mencarikan teman kencan karena kesempatan bisa datang di mana saja.

5. Jangan Menutup Diri
Trauma dengan hubungan yang lama bisa membuat wanita enggan membuka hati untuk pria lain. Sakit hati yang berlebihan dapat menyebabkan Anda menjadi wanita 'tertutup'. Coba sadari dan percaya bahwa suatu saat ada pria baik yang akan mendampingi Anda. Maka dari itu, jangan menutup diri dan perluas jaringan pertemanan untuk menemukan pria yang terbaik. Jika tidak pernah mencoba maka Anda tidak akan mendapatkan kekasih baru.

6. Introspeksi Diri
Jika jalinan cinta Anda selalu gagal, wkatunya intropeksi diri. Mungkin ada yang slaah dari diri Anda. Cobalah memulai menjadi wanita yang diinginkan oleh pria. Umumnya, pria suka wanita yang humoris, ramah, dan tidak banyak menuntut.

7. Cari Pria di Tempat yang Tepat
Seperti yang dikutip dari All Women Stalk, cari pria di tempat yang tepat. Bila Anda mencari pria di klub malam merupakan keputusan yang salah. Kecil kemungkinan mendapatkan pria baik di sana. Pria yang tepat cenderung menjauhi tempat-tempat 'hang out' tersebut. Mungkin perpustakaan, toko buku, pameran budaya, atau tempat seminar bisa menjadi alternatif Anda mencari pria idaman.

8. Hidup Sehat 
Hidup sehat akan membuat Anda lebih segar. Tubuh yang bugar berpengaruh terhadap berat badan, kecantikan, dan karisma Anda. Hal ini tentu membuat Anda tampak menarik.

Ucapan Selamat Ulang Tahun


Haloooo...
Sekarang Kamus Cinta akan membagikan kumpulan Ucapan Selamat Ulang Tahun yangkeren nih, cocok buat pasangan/sahabat/keluarga kalian ^_^

Bunga dipadang dan burung diudara seperti merangkai sebuah melodi indah mengiringi tiupan lilin yang kau hembuskan di kue ulang tahunmu.

Sungguh masa depan itu memang ada karena kau telah berhasil melewati satu 1 tahun lagi masa usiamu. Selamat ulang tahun untuk sahabat terbaikku 

Hal yang terkecil membentuk kesempurnaan, namun kesempurnaan bukanlah hal yang kecil. Happy b'day sobat 

Aku bagaikan seperti anak kecil yang bermain ditepian pantai dan secara tidak sengaja menemukan sebuah karang yang cantik. Namun engkau berhasil merangkai karang tersebut menjadi sebuah perhiasan yang indah. Kalau tidak ada sumbagan pemikiranmu, aku bukanlah apa2. Selamat ulang tahun untuk mama tercinta

Sory kalau aku terlalu berani mengirimkan SMS ultah untukmu karena bagiku adalah sebuah kehormatan untukku jika engkau mau melewatkan beberapa detik untuk membaca SMS ulang tahunku ini 

jam 12, saatnya cinderela pulang dan kereta menjadi labu. Jam 12, saatnya kuucapkan selamat ulang tahun untukmu. Met ultah, bahagia selalu

Semoga Membantu ^_^

Ucapan Selamat Tidur Romantis


Berikut adalah kumpulan Ucapan Selamat Tidur Romantis yang bisa kalian ucapkan ke pasangan kalian, semoga membantu ^_^

Apa yang kurasakan sekarang adalah memikirkanmu dan merindukanmu.. Sekarang tutup matamu dan bawa aku kedalam mimpi indahmu. "Good Night".

Pejamkan mata jika malam menyapa, Seakan hati tenangkan jiwa, Naungi malammu dengan malam yang indah, Semoga mentari esok temani harimu yang cerah. 

Mentari kan bersinar.. Embun pagi mengupas hati.. Mengharap asa kan bersemi.. Selamat Malam, semoga malam ini lebih baik dan selamat tidur.

Seperti pagi yang menepati janji, untuk menyapa dan membuka hari, seperti bening-nya embun yang memberi kesejukan, setulus hatiku mengucapkan Selamat Mlaam Sahabat".

Pejamkanlah matamu di keindahan malam ini dan tidurlah dalam kehangatan malam ini agar saat kau terbangun senyumanmu lah yang akan menyapa sang surya di pagi hari. "Met Bobo Sayang".


Bagaimana ? Bagus bukan ? silahkan di gunakan buat pasangan masing-masing.

(Cerpen Cinta) Dalam Kotak Sederhana



Pagi ini seperti pagi yang lain. Orang-orang kudengar sayup -sayup memulai harinya. Di jalan aspal kecil dekat tempat ini ibu-ibu tua mengendong bawaan mereka dengan selendang di punggung. Bungkuk tubuh mereka, kumal selendang mereka dan tak berharga bawaan mereka, mungkin hanya kacang panjang, mungkin buah melinjo kering, atau mungkin hanya untaian daun pisang yang nantinya akan di bawa ke pasar.

Aku telah bangun dari tadi, ketika ibu-ibu tua dan siang memulai harinya, akupun memulai hariku, bukan hari yang cerah buatku. Kupandangi atap di atas, kotor, dan digelayuti sarang laba-laba.

Pikiranku tidak kemana-mana,mataku menatap kosong, tetapi hatiku telah terbang, melanglang tinggi dan turun di sebuah memori. Aku resah.

Ku hela nafas, kebangunkan tubuh ini untuk Sholat Subuh. Namun dadaku masih terasa berat meskipun setelah menghadap Allah. Kembali kubaringkan tubuh ini. Atap itu masih tetap sama. Akankah ini selesai sampai di sini. Pikirku. Akankah sejarah ini akan berakhir hanya sekian. Ataukah aku bisa berbuat sesuatu agar cerita ini terus berjalan dan masih tetap aku bisa menikmatinya.

Kuambil hp murahku, ku sms seseorang, kutulis: “Jam berapa nanti mulainya?”
Di jawab: ” jam lapan….”. Aku mendadak membayangkan sesuatu. Dadaku menjadi sesak. Aku ingin menangis. Aku masih ingin tetap di sini, masih ingin menikmati masa-masa indah, masih ingin bersenda bergurau dan masih ingin bebas. Ya Allah, ya Tuhanku, aku sampai di sini apakah ini rencanamu ataukah doaku dulu yang telah Engkau kabulkan. Aku menginginkan yang berbeda untuk saat ini.

Akankah dia merasakan sesuatu yang penting saat ini juga, seperti diriku, sesuatu yang ada kaitannya dengan diriku. Ya Allah, aku rindu dia, aku ingin ia mengerti yang kurasakan saat ini, aku ingin ia menemaniku sampai kapanpun.

Kuambil lembaran surat yang tergeletak di samping tempat tidur.
Kubaca lagi. Tak ada yang salah dalam isi surat itu. Aku memang harus memenuhi keinginan orangtuaku itu. Bahkan itu adalah hak mereka, dan kewajibanku. Karena aku adalah anak mereka dan merekalah yang membiayaiku hidupku.

Jam di dinding menunjukan pukul 06.00. Malas sekali rasanya untuk bersiap-siap. Aku tak mau. Aku masih mencintainya. Aku masih mau bertemu, bercakap- cakap dan merasakan riang cerianya suara itu, ketawanya dan loncatan-loncatan kecilnya ketika ia melihatku. Pikiranku melayang-layang, memori masa lalu satu persatu hadir dan seakan tiada habisnnya.

begitu banyak hal untuk diingat, dan telah mengendap dalam rasa. Ketika aku melihat penjual siomay, aku teringat waktu bersamanya, ketika mencium bau tanah yang naik di pagi hari, aku teringat padanya, ketika aku mengenakan pakaian yang satu itu aku selalu tersenyum karena senang mengingatnya, ketika aku melihat kerudung merah jambu aku selalu teringat padanya, dan setiap aku melihat pintu itu, aku selalu teringat juga padanya, pintu yang tak pernah ia mau memasukinya, karena takut akan ada syetan yang akan mempengaruhi kita. Aku selalu melalui pintu itu setiap hari, berkali-kali. Aku mencintainya. Aku rindu.

Jam kusam di dinding telah menunjuk pukul 07.30. Seakan gumpalan karung pasir, ku angkat susah payah tubuh ini menuju kamar mandi. Dinginnya air tak terasa, bahkan aku merasa tiba-tiba telah berada di kamar lagi. baju wisuda telah tergantung di dinding, kuambil fotonya dari dalam bukuku dan kupandangi.

” Kenapa kau tidak bisa lulus bersamaku, kenapa sampai sekarang masih banyak mata kuliah yang harus kau ulang, kenapa kau tidak bersungguh-sungguh……sedang aku setelah ini harus pulang ke Sumatera memenuhi permintaan orang tua!” Kataku dengan pelan. kudekap foto itu dan kumasukkan ke dalam dompet. Aku sangat mencintainya.


Karya: Sifaul Wafa

(Cerpen Cinta) Karenamu, Aku Mengerti


Takengon masih dengan suasana seperti hari-hari sebelumnya sejuk dan dingin bagi para pengunjung Laut Tawar ini. Tak seorangpun dari kelompok kami yang beranjak meninggalankan tenda apalagi untuk beraktifitas terasa sangat menyiksa. Di Lhokseumawe cuaca tidak sedingin ini, jadi wajar saja satupun dari tidak ada yang beraktifitas lagi hari ini. Ujung jari-jariku seakan mau membeku, suhu tubuh yang unik. Cuaca ini tak mampu menghalangi seluruh minat yang telah persiapkan kurang lebih dua halaman doble folio jika kutuangkan dalam bentuk tulisan. Aku seorang manusia biasa yang sangat ingin diperhatikan di semua tempat yang aku tapaki. Hidup mengajarkan kita untuk menjadi egois dan tak peduli bagaimanapun cara untuk dapat menggapainya.

Pagi yang menyenangkan, hatiku membisikkan kata-kata itu. Bagaikan mendapatkan mimpi menjadi kenyataan di pagi ini. Tiba-tiba aku melihat Ardi berjalan ke arahku.

“Ngapain Vina??” tanyanya

Aku tersenyum tipis, “lagi menikmati suasana hening”

“ada yang mau aku tanyain sama kamu”

“kalau gak penting-penting banget mendingan kamu tinggalin aku sendirian, lagi bete abis”

“Sepertinya, hal sangat penting yang mau ku bicarakan” dengan ekspresi lucunya

“apaan coba??” kata ku sambil tertawa melihat mimik anehnya

“kenapa kamu suka banget sama warna hijau?”

“itu hal penting yang ingin kamu bicarakan??” tanyaku

“hu’uh”

Aku teringat asal mula warna hijau itu menjadi salah satu warna favoritku, bukan karena aku terlalu suka warna itu, tapi karena dengan menyukai warna itu dia akan terus berada dalam hatiku. Saat pertama aku bertemu denganya, warna hijau yang menempel di tubuhnya membuat mataku merasa menemukan sesuatu yang telah lama hilang dalam jiwaku. Sejak itulah aku mulai memblock hijau salah satu warna favoritku. Walaupun, sampai saat ini hatiku masih membeku layaknya salju di daerah kutub. Gambaran kepribadiaanku tidak sedikutpun tercermin dari warna hijau, warna birulah yang lebih menduduki tempat di hatiku. Hijau hanya ada dalam pikiranku bukan hatiku. Mungkin ini yang membuat hampir semua teman dekatku kebingungan dengan status favorit untuk warna favoritku.

“Hello……kok bengong sih waktu ditanyaiin ?? jikalau Anda tidak bersedia menjawabnya, Saya tidak akan memaksa!!” serunya

“Enak aja dilihat” jawabku

“What?? Just it!!! Impossible, kamu pasti tahu cewek-cewek tu semua suka warna merah jambu, feminim-feminim gimana gitu!”

“Mau ngejek aku??? Aku ya aku, ngapain juga jadi manusia hasil copy paste coba!” jawabku

“oke deh.. aku terima alasan kamu” Ardi pasrah

Tidak ada gunanya juga berdebat panjang dengan seorang Sarvina Adhita, hampir seluruh sekolah juga tau siapa Vina, cewek pintar juga cantik dari keluarga bercukupan tapi sangat jarang tersenyum ikhlas dari hatinya. Ardi mempunyai keyakinan sikap Vina yang selama ini jutek disebabkan suatu hal yang belum pernah diceritakannya pada seorangpun, sehingga permaslahannya masih berbentuk bongkahan dalam hatinya. Bongkahan itu sekuat batu karang yang ada di lautan yang sangat sulit untuk dihancurkan. Tapi Ardi salah besar, Vina menceritakan seluruh masalah yang membungakan dalam hatinya pada seorang malaikat penolongnya.

“Napa kamu bengong??” seru Vina mengagetkan lamunan Ardi.

“Ngak ada…” desah Ardi

“bohong besar tau, kamu tu suka banget ngelamum”

“siapa bilang coba?? Aku tu suka ngelamum!!” bantah Ardi

“Ayah, Bunda bahkan nenek Suwardi yang bilang” celetuk Vina

Ardi harus mengakui hal tersebut. Bagaimana aku bisa cerita sama kamu Vin masalah yang aku hadapi, kamu sendiri sudah banyak berubah dalam rentang waktu 5 tahun ini. Kamu bukan lagi Sarvina Adhita yang aku kenal. Kamu bukan orang lagi seorang sahabat yang tersenyum tulus saat berjumpa denganmu. Kamu yang sekarang lebih banyak diam dan seolah-olah ada yang membalikkan seluruh kebahagianku saat ku melihat sekarang. Kamu lebih banyak sendiri dibandingkan bercengkeraman dengan teman-teman yang lain, lebih senang belajar. Seolah-olah kegiatan yang lainnya tak bernilai dimatamu. Saat teman-teman mengunjungi saat Kau sedang sakitpun kau masih belajar. Dimana sikap manja seorang Sarvina Adhita yang sangat kunhafal itu menghilang. Dulu saat kau sakit sedikitpun kau pasti meraung-raung sepanjang hari sampai semua orang bosan menghiburmu. Tapi aku tak pernah bosan Vin karena setelah aku mengerti apa itu arti cinta, ternyata cintaku sudah mulai bermekaran di hatiku untuk mu saat kita masih kecil. Aku sangat menyukai cara kau mengadu kepadaku saat masalah menghujani hati dan pikiranmu. Tapi sekarang semua itu telah berubah.

“Vinaa…” teriak Indri dari dalam tenda

“Ada apa indri ?” tanyaku

“Kamu lihat kompas aku gak” serunya sambil keluar dari dalam tenda. Ardi kemudian menoleh ke arah indri. Sambil menyapanya “hai”

“hai juga” kaku banget sih jadi orang kata indri dalam hatinya.

“Kompas kamu ada tu dalam tas ransel aku, makanya non kalau narok barang tu jangan seenak jidat aja” jawab Vina ketus

“alhamdulillahkan aku yang nemuin, jadi aku masokin aja dalam tas” sambung Vina.

“makasih ya …” ucap indri sambil masuk ke dalam tenda untuk mengambil kompasnya.

“Eh, aku duluan ya, takotnya mereka nyariin aku dari tadi”

“Ok …” jawab Vina

Ardi berjalan menjauhi tenda Vina menuju ke tempatnya.

“vina kapan kamu bisa welcome sedikit aja buat orang yang ngedekatin kamu” sambar indri dari dalam tenda.

“rese amat sih, jadi aku harus gimana coba??”

“suka itu tidak bisa dipaksakan” sambung Vina

“iya aku tau Vina sayang” jawab indri bijaksana. Jarang-jarang seorang indri bisa bijaksana bisa dikatakan itu suatu mu’jizat dari langit.

“ada yang salah aku ngomong”

“tenang aja malaikat Jibril gak akan turun lagi, wahyu udah habis turun semua” sambung indri sambil tersenyum melihat mimik Vina yang melongo.

“bisa masuk lalat tu Vin” canda indri

“aku udah perna ceritakan sama kamu!”

“bukan masalah kamu udah perna cerita atau belum sekarang ini”

“melepaskan yang sudah tergenggam itu sulit banget, tapi memcoba tidak melepaskan hal-hal yang belum tergenggam itu KONYOL” lanjut indri marah, sudah berkali kali ia mengingatkan sahabatnya yang satu ini.

Masalah hanya satu tapi tak pernah mencoba untuk mencari solusinya, walaupun solusinya didapatkan tapi diacuhkan mentah-mentah. Bagaikan memberikan garam ke dalam air yang sudah sangat asin, sehingga si pemilik membuangnya. Dasar vina keluh indri kapan kamu tu bisa melupakan pangeran tampanmu bermahkota hijau?.

“daripada kita berantem karena masalah itu mendingan kamu bantuin aku beres-beres perlengkapan kita sebelum kembali ke Lhokseumawe”

“Ok BOSSS….”sahut Vina cepat

“Apa yang salah dengan diriku” pikir vina

Tidak seharusnya aku masih memikirkan dia, indri benar mencoba tidak melepaskan hal yang belum tergenggam itu hal yang konyol. Lima tahun lalu tepatnya saat kepergiaan abang kesanyangganku, kebanggaanku, juga merupakan penasehat terbaik dalam hidupku. Ayah dan Ibu hanya menangis sesegukan saat itu, kemudian tidak dalam jangka waktu yang lama kembali dengan kesibukan mereka selama ini. Tinggallah aku sendiri tanpa abang di rumah.

Saat itulah aku bertemu dengan tepat saat pembagian rapor kelas 2 SMPku. Ternyata Dia adalah sahabat terbaik abang kesayanganku. Dia datang dengan menggunakan kaos hijau yang sangat pantas untuk kulit putihnya. Dia datang untuk mencari abangku. Saat itulah aku menangis kembali setelah sekian lama aku berusaha melupakan kejadian itu. Dia mencoba menenangkanku. Aku menceritakan apa yang telah terjadi dengan Bang Fadhil.

“kamu tidak pernah kehilangan Fadhil” katanya

“selama kamu masih mengingatnya, ia selalu ada di dalam hatimu. Itu lebih penting!” sambungnya.

Setelah itu percakapan kami berlanjut dengan seru. Ternyata Dia pendengar yang baik sekaligus lawan bicara yang bisa diandalkan. Sejak saat itulah aku mulai mengenalnya dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan yang tak kusangka-sangka. Entah bagaimana mataku selalu menghubungkan sesuatu kejadian itu dengan kata TAKDIR.

“kamu mau bantuin aku atau mau melamun” indri membuyarkan lamunanku.

“yookk…” pangil Ardi dari luar tenda

“udah pada ngumpul tu”

“iya …ya kita udah siap ni Di” sahut indri

Kami berjalan berbarengan. Banyak sekali siswi yang kurang suka sama Vina. Manusia mana coba bisa menyukai vina yang egois, sok cantik, sok pintar dan hal lain yang melekat pada diri vina dalam benak mereka. Apalagi Ardi menyukainya. Ardi cowok paling diincar di sekolah. Ganteng, Pintar, Ketua OSIS, anak orang berada lagi. Ardi mendapat nilai plus karena dia sangat pengertian.

Vina bukannya tidak mengetahui padangan-pandangan mematikan dari teman-temannya. Masa bodoh itulah vina yang pentingkan ia tidak menyukai Ardi. Itulah yang selalu membuat indri heran dengan setiap tindakan Vina.

Dalam perjalanan pulang, ardi meminta pada indri agar ia dapat duduk dengan vina.

“kok kamu?” tanya vina heran dengan perubahan posisi yang terjadi

“memangnya gak bole, biar aku pindah”

“bukannya aku tu gak mau duduk sama kamu, tapi takotnya para fans kamu narik jelbab aku”

“oooohhh jadi kamu tu mau berantem demi aku?” tanya sok penting

“males ahh… berantem, kamu tu boleh duduk di sini tapi jangan ngeganggu aku titik. Tidak ada yang boleh bantah” kata Vina.

Ardi hanya mengangguk. Sejak saat itulah vina mulai menyukai warna hijau, belajar lebih giat dari sebelumnya, agar selalu mendapat pujian darinya. Dia berjanji pada vina, jika vina mendapatkan juara pertama dia akan menyempatkan diri untuk datang melihat proses penyerahan hadiah di sekolah vina. Vina terus belajar dengan harapan agar bisa kembali bertemu dengannya. Karenamu pula aku tidak pernah bisa melihat yang lainnya. Tapi saat pembagian rapor tahun kemarin dia datang dengan seseorang yang tidak dikenalnya. Jelbab yang menutupi kepalanya dengan baju gamis yang dikenakannya serta tatapan teduhnya membuat vina tidak bisa marah saat kau mengatakan dia adalah orang terakhir dalam penantiannya selama ini. Aku mengerti semua itu akan terjadi sudah saatnya aku tidak lagi menyalahkan takdir yang menimpa diriku.

Aku turun dari mobil yang kami tumpangi. Dengan semua masalah yang kutinggalkan dalam mobil. Tujuanku tercapai untuk melupakan semuanya. Dan memulai sesuatu yang baru yang lebih bermakna.

###
semua orang harus merasakan nikmatnya angin…
tanpa angin, daun-daun tua tak pernah terjatuh,,,
karena anginlah daun-daun kita dapat melihat hijaunya daun…
karena angin…
karena angin…
karena angin…



Karya: Hayatul Maulina

(Cerpen Cinta) Si Penulis Misterius


“Fiuh, hampir saja kau telat Mel, Lihat tuh jam tangan lu! Pukul berapa sekarang hah?!” Kira menghampiriku. “Aku sih cuek!” Sergahku tanpa beban sambil berlalu menuju ke tempat dudukku di kursi nomor dua dari belakang, itulah tempat duduk favoritku.
Kurogoh loker mejaku, yang kutemukan hanyalah buku fisikaku, yang kemarin memang kutinggal bukan tanpa alasan, namun keadaan tasku kemarin memang amat sangat berat. Kubuka halaman pertama di buku itu dan disitulah terselip sepucuk surat. Tanpa pikir panjang aku langsung membacanya.
For: Amelita Kareinna
From: [No Name]
Mungkin ketika kau membaca surat ini,
kau akan terkejut, dan beranggapan bahwa aku ini hanyalah seorang pecundang yang tak berani berbicara langsung, namun kuperingatkan padamu
jika anggapanmu itu memang salah besar. Maafkan aku tak menyebutkan namaku padamu, takutnya kau malah membenciku.
Jika kau ingin tau siapa aku sebenarnya, Kumohon nanti sepulang sekolah kau pergi ke perpustkaan sekolah. Aku Akan Ada Di Sana Sebelum Kau Sampai.
Apabila kau tak peduli, Hiraukan saja surat ini, Atau bakar saja ini, dan anggap saja ku tak pernah mengirimnya. Kuharap kau bisa datang.

Sepulang sekolah, Aku bercerita pada Hana, dia menyuruhku menemui ‘Si penulis surat’ jika memang tergulung rasa penasaran. Dengan tergesa-gesa kulangkahkan kakiku menuju ke perpustakaan. Di sana hanya kutemui Bobby, kakak kelasku. Dia sedang duduk membaca ensiklopedi. “Mel, ini ada surat buat elu, tadi ada seorang cowok yang titip ini ke gue, katanya dia ini suruh nyampein ke elu.” “Apa?” Aku ternganga. Katanya dia mau tiba di sini sebelum gue nyampai gue kecewa sama dia, Umpatku dalam hati.
“Eh ngapain bengong? Udah terima aja ni surat!”
“Oh Oke.”

Aku pun pulang dengan langkah kekecewaan. Setelah sampai di rumah, Aku langsung membaca kertas putih yang bertuliskan rangkaian kalimat di dalamnya.
(Saat kau membaca surat ini, aku tau jika kau tadi datang tepat waktu. Terimakasih. Maaf sebelumnya aku ada urusan mendadak, jadi tak bisa tiba di sana. Temui aku nanti sepulang sekolah di taman sekolah.)


Sekiranya hanya begitulah isi suratnya. Surat itu membuatku sangat penasaran, namun aku tak mudah percaya dengannya lagi. Tak seperti biasanya, aku berangkat lebih pagi karena ada jadwal piket. Tak sengaja aku menabrak Bobby. “Sorry Kak.”
“Aku yang salah kok, aku gak ngelihatin lurus, aku hanya tertunduk ke bawah.”
“Kakak biasa berangkat sepagi ini setiap harinya?”
“Ya, memang kenapa dek?”
“Kagak deh, emang agak kepo gini gue kak.”
“Walah, kirain situ orangnya cuek, judes banget dah tatapannya.”
“Aish”.

Kenapa gue deg degan gini waktu ketemu dia, jangan jangan gue… ah sudahlah gue gak akan pikirin ini. Gumamku dalam hati. Walaupun aku berusaha menyingkirkannya dari pikiranku, namun sekeras apapun usahaku, aku memang ditakdirkan untuk tak bisa membohongi perasaanku. Kurasa aku memang suka pada Bobby.

Sepulang sekolah aku langsung pulang ke rumah, aku tidur siang dengan nyenyaknya. Malam harinya aku baru tersadar jika aku melewatkan ketemuan dengan ‘cowok misterius’ itu. Detik itu pun aku membuat surat untuk cowok misterius itu. ‘Maafkan aku tak bisa menemuiku, aku lupa. Sekali lagi maaf, aku ingin kau memberitahu siapa namamu.’ Selesai membuat surat aku berpikir bagaimana cara memberi surat yang baru aja kutulis padanya, namanya saja aku belum tahu. Oh iya, gue titip Bobby aja lah, tiba tiba terbesit ide itu di benakku. Aku pun melangkahkan kakiku ke ranjangku dan tidur, sebelum itu aku telah memasukkan surat ke dalam tas biru ku.

Pagi pagi ku berangkat sekolah, dan menuju ke kelas Bobby, 9 D dengan senyum senyum sendiri. Modus! Teriakku dalam hati. “Kak, gue titip surat ini buat diberikan ke cowok pengirim surat misteris itu.” “Oke, dengan senang hati.” “Coba katakan padaku namanya saja kak, jika kau mengenalnya.” “Maaf aku tak bisa menyebutnya sekarang, seiring berjalannya waktu kau akan tau sendiri karena ini Rahasia.” “Oh gitu.” Aku pun berlari meninggalkan Bobby.

Hari ini lagi lagi kutemukan surat di laci mejaku, hanya saja kali ini suratnya terbungkus oleh amplop.

‘Temui aku sekarang juga, aku ada di bangku taman sekolah, sejak tadi menunggu kehadiranmu, cepatlah!! Kali ini kau akan tau siapa aku sebenarnya.’

Aku berlari secepat kubisa menuju ke taman. Disana hanya terlihat seorang cowok ganteng, hitam manis, dan banyak diimpikan cewek di sekolah ini. Aku mengusap mataku, memang dia yang sekarang ada di depanku. “Kak ngapain di sini?” tanyaku padanya. “Aku lah cowok misterius sebenarnya yang menulis surat buatmu. Aku masih tak percaya, aku terus menatapnya, namun tatapanku kosong. Cowok itu tak lain adalah cowok yang kutaksir, yaitu Bobby. “Maafkan aku membuatmu bingung.” Ujarnya. “Konyol sekali ini kak.” “Maukah kau jadi pacarku, karena sebenarnya ku telah lama memendam rasa ini padamu Mel?” “Aku tak tau bagaimana, yang jelas aku juga memendam rasa yang sama padamu kak. Love You” “Love You Too”


Karya: Lena Sutanti